Gelak, gerak dan gebrak.... tumpah ruah bagai sampah serapah

Selasa, 31 Agustus 2010

OtoPolusi

Toyota berhasil menjual 7000 unit lebih di bulan juli 2010, bahkan untuk bulan agustus Toyota hanya menjual produk yang tersisa, jadi penjualan untuk bulan agustus sangat sedikit (sumber Kabar Siang TVOne). Ini merupakan prestasi tersendiri bagi industry otomotif di Indonesia, akan tetapi juga merupakan ancaman bagi kondisi lalu lintas di Negara kita, terutama di kota-kota besar. Ancaman juga bagi kondisi lingkungan kita, polusi, peningkatan pembakaran dll. Selamat was-was hai Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan dan sekitarnya.
Hal ini memang menunjukkan bahwa tingkat ekonomi masyrakat kita mungkin semakin meningkat, tapi lihat dulu siapa yang membeli mobil2 itu? Apakah orang2 yang dari sononya memang kaya, atau orang2 kecil yang mampu menyukseskan dirinya. Dilema ini tidak bisa kita pungkiri, di satu sisi kita membutuhkan perkembangan industry dan ekonomi masyarakat, akan tetapi di satu sisi kita juga perlu memperhatikan aspek2 yang lain. Jika Toyota mampu mencapai penjualan sebanyak itu, bukan tidak mungkin produk2 otomotif merk lain juga mengalami peningkatan penjualan. Bagaimana dengan produk Suzuki, Honda, Isuzu, Mitsubishi, Mercedes, dll. Jika hal itu terjadi pada setiap merk produk otomotif bisa dibayangkan bagaimana keadaan jalanan di Indonesia, dimana kita ketahui bersama bahwa mobil2 itu pasti kebanyakan hanya akan berlalu lintas di kota2 besar. Kekhawatiran itu menurut saya sangat masuk akal. Akan tetapi kita juga tidak mungkin to kemudian menghimbau Toyota atau merk lain untuk mengurangi penjualan produknya. Jika pembeli mampu membeli, kenapa nggak?. Yang perlu kita perhatikan mungkin pembangunan ekonomi yang merata. Jadi tidak hanya terpusat di kota besar. Misalnya industry-industri yang lain mulai dikembangkan ke daerah, pusat pemerintahan dipindah keluar Jakarta, pindah ke Kalimantan mungkin. Jadi para pelaku ekonomi, pemerintah dll tidak hanya terpusat di satu wilayah, jadi mobil-mobil bagus mereka tidak hanya memenuhi satu wilayah saja. Dengan begitu kepadatan dan pembangunan semakin merata. Dan satu hal yang penting adalah polusi di kota-kota besar bisa ditekan. Selamatkan udara bersih untuk anak cucu kita

Senin, 30 Agustus 2010

Menggantungkan mimpi di steady save

Sudah menjadi makanan sehari bagi orang-orang yang ndableg dan gak mau berubah di kota metropolitan itu. Setiap hari mereka tak ubahnya menjadi ikan pindang  yang siap digoreng, tapi mereka tidak mau bekerja sama memperbaiki keadaan dan hanya mementingkan udele dhewe. Berangkat pagi, naik angkot berjubel, macet di jalan, sampai di kantor harus bekerja keras untuk mencapai target. Hmmhh…. Strss berat. Sorenya sekitar jam 5an, jalanan sudah mulai padat lagi, orang2 pada mulai keluar kantor untuk pulang ke rumah masing2. Macet lagi….. Sementara keadaan yang begitu parah terus terjadi orang2 yang terlibat di dalamnya juga seperti tidak mau memperlihatkan itikad untuk berubah. Di jam2 tertentu jalanan macet itu mungkin kita perlu tau kenapa bisa seperti itu. Kota metropolis itu sudah penuh sesak dengan orang yang terus bermimpi disitu. Angkutan umum yang masih menjadi andalan orang2 disana juga dari tahun2 ke tahun tidak mengalami perubahan. Ada banyak hal yang perlu kita bedah, dari temen saya sendiri yang memilih untuk naik motor untuk menjelajah kota itu, karena motor dirasa lebih efektif dan efisien dibanding angkutan umum. Dia tidak mau naik angkutan umum karena kondisi angkutan umum yang memprihatinkan, bahaya dan sangat gak nyaman. Coba kita lihat angkutan2 yang ada, belum lagi ditambah adanya pengamen, penjual asongan yang membikin tidak nyaman. Sangat tidak fair memang jika kita kemudian menjudge bahwa pangamen dan penjual asongan menjadi biang ketidaknyamanan dan harus dihilangkan, karena mereka melakukan itu juga untuk mencari nafkah. Akhirnya para pengendara mobil pribadi, pengendara motor tidak mau beralih kepada angkutan umum. Meskipun harus merogoh kocek lebih dalam untuk itu. Jadi pada dasarnya orang2 tidak keberatan untuk mengeluarkan uang lebih untuk memperoleh kenyamanan ketika berada di jalan. Tapi sampai saat ini komponen pembentuk system itu belum mau berubah Maka macetlah jalanan itu……
Angkutan umum sebagai salah satu cara yang paling mungkin menjadi salah satu solusi terdekat yang bisa sedikit memperingan keadaan. Perbaiki angkutan umum Indonesia………….